Senin, 22 November 2010

Intel Core i5 655K


Memuaskan Overclocker
Ditujukan untuk para penggemar overclock, saudara kembar dari Core i5 650 ini memiliki faktor pengali yang bebas diubah-ubah.

Bagi sebagian pengguna PC, melakukan overclock (menjalankan komponen di atas spesifikasi standar) mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi mereka. Intel sebagai salah satu produsen prosesor terbesar melihat pasar ini cukup potensial sehingga mereka merilis prosesornya yang dikhususkan untuk penggemar overclocking.

Apa bedanya prosesor biasa dengan prosesor yang dikhususkan untuk overclock?

Prosesor semacam ini biasanya memiliki faktor pengali prosesor (multiplier) yang tidak dikunci. Dengan demikian pengguna bebas mengatur multiplier-nya untuk mencapai kecepatan prosesor yang lebih tinggi. Overclock semacam ini termasuk mudah, karena pengguna hanya perlu “bermain-main” dengan setting prosesor tanpa harus repot dengan setting motherboard dan lainnya.

Untuk prosesor masa kini, yang cukup terkenal dengan prosesor dengan multiplier tidak dikunci adalah jajaran prosesor Black Edition milik AMD. Sementara untuk Intel, Feature ini hanya terdapat pada prosesor yang termasuk dalam Extreme Edition yang termasuk prosesor kelas atas. Oleh karena itu, sekarang Intel meluncurkan prosesor dengan fitur serupa tapi menyasar segmen menengah alias mainstream.

Intel Core i5 655K sebenarnya bukanlah prosesor yang benar-benar baru. Secara teknis, spesifikasi Core i5 655K sama dengan Core i5 650: dua inti dengan kecepatan 3,2Ghz, L3-cache 4MB, dan dibekali feature Hyper-Threading dan Turbo Boost. Hanya saja pada Core i5 655K faktor pengali prosesor tidak dikunci.

Untuk menguji kemampuannya, kami pun segera mencoba melakukan overclock Intel Core i5 655K. Kami melakukan dua kali proses overclock dengan menggunakan dua pendingin yang berbeda. Tujuannya untuk memastikan kemampuan kemampuan maksimal prosesor ini. Uji pertama menggunakan HSF standar Intel yang termasuk dalam pake penjualan Core i5 655K. Sementara uji kedua menggunakan HSF khusus untuk kegiatan overclocking dengan desain tower serta dilengkapi heat-pipe.

Pada uji pertama menggunakan HSF standar bawaan Intel, kami berhasil memaksa 655K berjalan dengan kecepatan 4 Ghz. Namun kami terpaksa berhenti di situ, karena pada titik ini temperatur menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bahkan ketika kami menyentuh bagian aluminium dari pendingin, panas yang terasa cukup menyengat.

Kemudian kami mengganti HSF dengan produk pihak ketiga yang memang ditujukan untuk overclock. Penggantian HSF ini berefek cukup baik, karena selain suhunya turun kami berhasil menaikkan kecepatan prosesor maksimum menjadi 4.4 Ghz. Cukup menarik. Di sini terlihat bahwa peralatan pendingin yang digunakan merupakan kunci utama dalam melakukan overclock Core i5 655K.

***

Dengan multiplier yang tidak dikunci ini, proses overclock lebih mudah karena pengguna tinggal menaikkan multiplier tersebut. Hanya saja faktor suhu kerja prosesor harus menjadi perhatian utama, karena jika bisa ditekan maka maka kecepatan overclock yang diraih bisa semakin tinggi. Berbekal pendingin standar peningkatan kinerja yang dicapai cukup baik, tapi lebih baik lagi menggunakan pendingin pihak ketiga jika Anda memang ingin memaksimalkan kinerja dari prosesor ini.(Karuna)


Spesifikasi Intel Core i5 655K

Seri

Core i5 655K

Soket

1156

Clock speed (MHz)

3200

Nama core

Clarkdale

Jumlah core

2

FSB (MHz)

133

Multiplier

24(Unlocked)

L1 size

64KB x2

L2 size

256KB x2

L3 size

4MB Shared

Harga kisaran

US$216







Kecepatan maksimal yang berhasil dicapai pada uji Overclock di Lab InfoKomputer.








Plus
: Multiplier tidak dikunci.

Minus : Lebih mahal dari prosesor dengan speksifikasi yang sama

Skor Penilaian
- Kinerja : 4
- Fitur : 4
- Harga : 3,7
- Skor Total : 3,9


Selasa, 04 Mei 2010

Ruang Bedah........: AMD Athlon II X3 440

http://www.infokomputer.com/

AMD Athlon II X3 440


Sempat terpikir bahwa era dual-core akan segera berakhir. Pasalnya semakin hari semakin banyak aplikasi yang mampu memanfaatkan jumlah inti prosesor yang lebih banyak guna memercepat proses kerja.

Sejak debut prosesor quad-core beberapa tahun silam, sebagian pengguna sudah merasakan keuntungan yang didapatkan dari hasil investasinya dulu (ketika prosesor dengan inti empat tersebut termasuk kategori kurang terjangkau)

AMD menanggapi hal ini dengan meluncurkan prosesor quad-core yang sampai hari ini masuk kategori termurah. Bahkan AMD masih memberikan pilihan menarik lainnya tanpa harus mengorbankan kinerja terlalu banyak. Anda tentunya mengenal baik prosesor AMD Phenom yang berinti ganjil yakni sebanyak tiga buah. Sekarang prosesor dengan inti ganjil tersebut juga turut meramaikan jajaran prosesor Athlon II dari AMD.

Karena merupakan satu-satunya produsen yang menghasilkan prosesor dengan konfigurasi unik, maka tak heran jika AMD tetap memberikan perhatian khusus untuk segmen pasarnya. Di awal tahun 2010 AMD meluncurkan beberapa prosesor baru mereka, salah satunya adalah AMD Athlon II X3 440. Prosesor ini mirip keluarga Athlon II lainnya yang hadir tanpa cache L3 dengan tiga inti di dalamnya.

Prosesor yang satu ini memiliki clock standar sebesar 3 GHz dengan TDP maksimal 95 watt. Socketnya kompatibel dengan AM2+. Ukuran cache setiap core sama persis dengan versi quad core. Memang seperti yang sudah-sudah, versi inti ganjil ini merupakan hasil “modifikasi” dari sebuah prosesor berinti empat.

Yang paling menarik dari prosesor AMD adalah value-nya. Athlon II X3 440 ini dapat ditebus dengan kocek kurang dari US$90. Ini tentu saja cukup menarik, karena alih-alih bersaing dengan generasi Nehalem dari Intel, AMD memberikan persaingan dari segi price/performance. Maka tidak heran prosesor AMD memiliki kinerja lebih baik dari pesaingnya diharga yang sama.

Kami sempat mencoba memaksimalkan clock speed prosesor ini. Dari clock bernilai default 3 GHz menjadi clock 3,6 GHz (15x241 MHz) pada setting bernilai default (voltase dan pendingin). Agaknya memang kurang terlihat fantastis, namun hal ini cukup umum melihat kinerja beberapa saudaranya dari keluarga Athlon II yang biasanya berkisar pada angka tersebut.

***

Prosesor triple core dari AMD ini sangat menarik. Clock-nya relatif tinggi. Selain itu satu core ekstra akan sangat bermanfaat bagi Anda yang sering bekerja dalam kondisi multitasking (terutama jika dibandingkan dengan prosesor dual core yang memiliki clock speed sama). Harga yang dibandrol pun hanya sedikit lebih mahal dari prosesor dual-core tetapi masih lebih murah dari prosesor quad-core.

Sumber (Karuna - Kontributor) Info Komputer

Hasil Pengujian

Meski dianggap sebagai sebuah prosesor quad-core "pincang", segmentasinya yang berada di antara harga prosesor dual-core dan quad-core membuatnya seperti prosesor dual-core dengan bonus satu core tambahan. Tentu kinerjanya akan lebih baik dari prosesor dual-core pada aplikasi yang mendukungnya.

Spesifikasi AMD Athlon II X3 440

Seri

X3 440

Soket

AM3 (938 pin)

Clock speed (MHz)

3000

Nama core

Rana

Jumlah core

3

FSB (MHz)

200

Multiplier

15x

L1 size

128KB x3

L2 size

512KB x3

L3 size

-

Harga kisaran

US$90

Hasil Uji Kinerja

Prosesor

Athlon II X3 440

Athlon II X3 440 OC

Clock (MHz)

3GHz

3,6GHz

Sysmark 2007 ver1.05

129

-

PCMarkVantage Score

4554

-

3DMarkVantage Score

P8512

P8898

3DMarkVantage CPU

7256

8453

Cinebench R10 CB-CPU

6939

-

Sisoft Sandra ALU (GIPS)

30.17

-

Encoding Audio (menit:detik)*

1:09

-

Encoding Video (menit:detik)*

10:36

-

Image Rendering (menit:detik)*

2:11

-

*Lebih rendah lebih baik


Selasa, 22 April 2008

AMD Rilis Prosesor Quad Core Desktop 65 Watt Pertama


Akhir Maret silam merupakan untuk pertama kalinya tersedia di pasaran sebuah prosesor quad core yang mengonsumsi daya maksimal hanya 65 watt saja. Bukan produk milik raksasa prosesor dunia yakni Intel, melainkan produk keluaran AMD, kompetitornya yang belakangan terlihat mulai bergerak kembali melakukan update teknologi terhadap produknya. Adapun prosesor yang menggunakan TDP 65 watt tersebut adalah seri Phenom X4 9100e.

Ditujukan untuk berpasangan dengan motherboard berchipset AMD 780G, yang memiliki feature grafis terintegrasi dengan dukungan DirectX 10, prosesor ini diproyeksikan untuk pengguna yang bermaksud untuk membangun PC multimedia digital berteknologi grafis terkini serta kemampuan prosesor yang berlipat.

Konsumsi daya yang rendah yang digunakan oleh prosesor Phenom X4 seri 9100e ini juga dapat membuat mesin pemutar blu-ray, casual gaming dan multimedia yang memanfaatkannya bisa bekerja dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah karena cukup didinginkan dengan heatsink fan biasa dengan kecepatan putar lebih lambat. Prosesor quad core yang mengonsumsi daya maksimal 65 watt ini merupakan yang pertama. Bandingkan dengan solusi quad core yang ditawarkan oleh Intel seperti Q9300, Q9450, dan Q9550 yang mengonsumsi daya rata-rata 95 watt.

Selain TDP 65 watt, prosesor terbaru ini juga memiliki sejumlah feature lain untuk lebih menghemat energi. Contohnya adalah Cool ‘n’ Quiet 2.0, AMD CoolCore, Independent Dynamic Core, Dual Dynamic Power Management, AMD Wideband Frequency Control, dan Multi-Point Thermal Control. Sayangnya, untuk saat ini prosesor Phenom X4 seri 9100e hanya tersedia untuk produsen OEM serta produsen PC utama dunia, belum untuk end user dari segmen pengguna PC rakitan lokal.

Pada waktu yang bersamaan, AMD juga merilis update terbaru untuk jajaran prosesor Phenom desktop mereka dengan meluncurkan Phenom X4 9x50 series dan Phenom X3. Phenom X4 9x50 series merupakan jawaban dari masalah TLB bug yang sempat hadir di prosesor awal Phenom. Kebetulan sekali Info Komputer berkesempatan untuk mencicipi performa Phenom X4 bebas bug tersebut.

Sumber : Info Komputer

VGA Card


BENARKAH VIDEO CARD TERBARU MAMPU MENJALANKAN APLIKASI GAME ANDA LEBIH CEPAT?

Perlu ditegaskan lagi bahwa tidak selamanya video card terbaru mampu membuat game-game Anda berjalan lebih cepat. Sebelum Anda membeli video card, simak beberapa faktor berikut.

Jika Anda hanya menggunakan monitor 15 inchi atau 17 inchi, baik berjenis CRT ataupun LCD dan menggunakan platform PC kelas menengah, jangan berharap performa video Anda akan terdongkrak dengan Anda membeli sebuah video card powerful dan mahal seperti GeForce 8800GTS sekalipun. Kecepatan yang Anda inginkan dalam memainkan game, aplikasi grafis, atau aplikasi penunjang lainnya tidak hanya dipengaruhi oleh video card semata, namun juga komponen-komponen lain seperti processor dan RAM.

Jika Anda memiliki processor dan RAM yang terbatas, kemampuan video card sekelas 8800GTS juga akan ikut terbatasi oleh processor dan RAM tersebut.

Misal, Anda masih menggunakan processor Core Duo atau Athlon 64 X2, dan RAM hanya sebesar 512 MB, tentu video card 8800GTS milik Anda tidak akan bisa bekerja secara maksimal.

Tidak benar jika kemudian ada sebuah pernyataan bahwa sebuah video card keluaran terbaru dengan teknologi yang terbaru pula memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan video card model lama.

Kita ambil contoh saja video card yang pernah kami test di lab. PC Media. nVIDIA GeForce 8600GT dan GeForce 7950GT, meskipun 8600GT adalah produk baru dengan teknologi yang baru pula, ia tidak bisa mengalahkan performa yang dihasilkan oleh 7950GT. Memang ada beberapa kelebihan dari 8600GT, seperti udah didukungnya teknologi DirectX10. Terbukti bahwa produk baru tidak selalu lebih baik dari produk keluaran lama. Hasil ini terbukti dari hasil benchmark yang sudah kami lakukan.

Solusi

Untuk lebih meyakinkan Anda dalam memilih sebuah video card, selalu perhatikan dan baca review yang khusus mengulas produk tersebut. Bisa dari media cetak, internet, dan lain sebagainya. Perhatikan eknologi dan fitur yang diusung oleh produk tersebut dan pastikan Anda melihat tabel benchmark yang dihasilkan yang biasanya dites secara sintetic.

Perhatikan juga seberapa tinggi refresh rate dan resolusi yang didukung oleh monitor Anda. Dengan begitu, Anda bisa memutuskan apakah dengan mengganti video card baru, dengan komponen PC yang ada saat ini dan dengan monitor yang Anda punyai, apakah akan terjadi peningkatan performa yang signifikan. Anda sendiri yang bisa memutuskan kebutuhan Anda. Namun jika tidak terjadi peningkatan performa yang signifikan, kenapa harus Anda paksakan membeli video card kelas high-end. Lebih baik uang Anda dipakai untuk melakukan upgrade komponen PC yang lain.


Sumber : PC Media